Wilujeng Sumping

Pembaca yang budiman selamat datang di blog sederhana ini,semoga bermanfaat, kritik dan saran yang konstruktif sangat diharapkan untuk pengembangan blog ini selanjutnya

My Profile

My Profile
Sunarto,SPd

My Lovers Family

My Lovers Family
Seaword Indonesia

Dua Jagoanku

Dua Jagoanku
Waah.....digulung Gurita!!!!!

Cari Blog Ini

Memuat...

Minggu, 02 Mei 2010

FW: Cerita dari Tana Toraja - Mayat berj

FW: Cerita dari Tana Toraja - Mayat berjalan pulang

 
 Prosesi mayat berjalan di Tanah Toraja...
Konon disebuah gua di desa Sillanang sejak tahun 1905 telah ditemukan
mayat manusia yang utuh, tidak busuk sampai sekarang.
Mayat itu tidak dibalsem seperti yang dilakukan orang-orang Mesir
Purba bahkan tidak diberi ramuan apapun. Tapi bisa tetap utuh.
Menurut pendapat Tampubolon, kemungkinan ada semacam zat digua itu
yang khasiatnya bisa mengawetkan mayat manusia.
Kalau saja ada ahli geologi dan kimia yang mau meluangkan waktu
menyelidiki tempat itu, agaknya teka teki gua Sillanang dapat
dipecahkan.

Di samping mayat yang anti pembusukan, ada pula mayat manusia yang
bisa berjalan diatas kedua kakinya, bagaikan orang hidup yang tidak
kurang suatu apapun.
Kalau mau dicari juga perbedaannya, tentu ada, tapi tidak begitu
kentara.
Konon menurut Tampubolon, sang mayat berjalan kaku dan agak
tersentak-sentak.
Dan dalam perjalanan itu ia tidak bisa sendirian, harus ditemani oleh
satu orang hidup yang mengawalnya, sampai ketujuan akhir yaitu rumahnya
sendiri.
Mengapa harus demikian?


Ceritanya begini. Orang-orang Toraja biasa menjelajah daerahnya yang
bergunung-gunung dan banyak ceruk itu hanya dengan berjalan kaki.
Dari zaman purba sampai sekarang tetap begitu. Mereka tidak mengenal
pedati, delman, gerobak atau semacamnya.
Nah dalam perjalanan yang berat itu kemungkinan jatuh sakit dan mati
selalu ada. Supaja mayat tidak sampai ditinggal didaerah yang tidak
dikenal (orang Toraja menghormati roh setiap orang yang meninggal) dan
juga supaya ia tidak menyusahkan manusia lainnya (akan sangat tidak
mungkin menggotong terus-menerus jenazah sepanjang perjalanan yang makan
waktu berhari-hari), maka dengan satu ilmu gaib, mungkin sejenis
hipnotis menurut istilah jaman sekarang, mayat diharuskan pulang
berjalan kaki dan baru berhenti bila ia sudah meletakkan badannya
didalam rumahnya sendiri. Dan bayangkan saja, majat itu tahu arah jalan,
dan tahu yang mana rumahnya!
Kendati demikian masih ada satu pantangan: majat yang berjalan itu
tidak boleh disentuh. Mungkin kalau disentuh mukjizat jang menyulapnya
dengan serta merta hilang. Wallahu'alam.

Keanehan terakhir yang tidak begitu menakjubkan adalah "ballo" (tuak)
jang kalau diminum tidak memabukkan, betapapun banyak anda meminumnja.
Tuak yang diramu dengan sejenis kulit kayu ini disamping memanaskan
badan juga menambah tenaga dan memperpanjang umur. Mungkin benar juga,
karena usia penduduk disana rata-rata mencapai 80 sampai 100 tahun.
Apakah ballo akan sama mujarabnja kalau diminum diluar Toraja, masih
belum di coba.

Sumber: majalah.tempointeraktif.com<http://majalah.tempointeraktif.com/>

This email is intended only for the use of the individual or entity
to which it is addressed and may contain information that is
confidential and may also be privileged. Any form of unauthorized use or
dissemination is strictly prohibited. If you are not the intended
recipient or if this email is otherwise sent to you in error, you should
not disseminate, distribute or copy this email and you should delete it
immediately and notify us.
Thank you.
 

Tidak ada komentar: