Wilujeng Sumping

Pembaca yang budiman selamat datang di blog sederhana ini,semoga bermanfaat, kritik dan saran yang konstruktif sangat diharapkan untuk pengembangan blog ini selanjutnya

My Profile

My Profile
Sunarto,SPd
Loading...

My Lovers Family

My Lovers Family
Seaword Indonesia

Dua Jagoanku

Dua Jagoanku
Waah.....digulung Gurita!!!!!

Cari Blog Ini

Memuat...

Rabu, 25 Agustus 2010

Nilai dan Norma Sosial

NILAI DAN NORMA SOSIAL

Setelah mempelajari kegiatan belajar ini siswa diharapkan dapat:
1.      Menjelaskan pengertian nilai dan norma-norma sosial
2.      Mendeskripsikan ciri-ciri, fungsi, dan macam-macam nilai sosial
3.      Mengidentifikasikan tingkatan norma dalam masyarakat
4.      Membedakan Nilai sosial dan norma sosial
5.      Mengenal macam-macam norma yang berlaku dalam masyarakat

A.      NILAI SOSIAL
Dalam masyarakat kita sering menduga sesuatu yang dikatakan mempunyai nilai yaitu bila sesuatu itu berguna, berharga, indah, baik dan sebagainya. Misalnya jika seseorang menolong orang lain itu dianggap pantas dan berguna maka pertolongan yang dilakukan itu termasuk Nilai. Contoh lain misalnya bersahabat, solidaritas, saling menghormati, kerja sama, patuh pada peraturan, loyalitas dan lain-lain. Selain nilai kebenaran contoh-contoh tersebut terdapat juga nilai estetika atau disebut juga nilai keindahan seperti keindahan panorama alam, lukisan-lukisan, seni dekorasi, penampilan seseorang dan sebagainya. Sedangkan nilai logika berdasarkan nalar atau rasio seseorang melalui proses analisis yang sistematis, misalnya penemuan berbagai macam obat untuk menyembuhkan berbagai penyakit melalui berbagai eksperimen atau percobaan yang dapat dipertanggungjawabkan secara alamiah. Nilai logika ini mempunyai sifat obyektif rasional yang berarti dapat di uji kebenarannya.
Untuk menentukan sesuatu itu dikatakan baik dan benar harus melalui proses menimbang yaitu kegiatan manusia menghubungkan sesuatu dengan sesuatu untuk selanjutnya mengambil keputusan, benar atau tidak benar, baik atau tidak baik, religius atau tidak religius, sangat tergantung pada kebudayaan yang dianut mansyarakat, misalnya berhubungan dengan unsur-unsur yang ada pada manusia yaitu:
1.                  Badan
2.                  Cipta
3.                  Karsa
4.                  Rasa
5.                  Jiwa

Maka dari itu kebudayaan yang berbeda antara masyarakat yang satu dengan masyarakat yang lain sangat dipengaruhi oleh penilaian masyarakat yang mendukung kebudayaanya. Karena itu dalam masyarakat yang mejemuk seringkali terjadi perbedaan tata nilai.Misalnya yang terjadi pada suku Minangkabau dalam pembagian warisan akan jatuh ke anak perempuan karena masyarakat Minangkabau menganut sistem kekerabatan yang berdasarkan garisan keturunan ibu(materilineal), sdangkan pada suku Batak pembagian warisan akan jatuh ke anak laki-laki karena masyarakat Batak menganut sistem kekerabatan yang berdasarkan garis ayah (patrilineal) perbedaan kebudayaan menganut cipta, rasa, karsa, dan jiwa anggota masyarakatnya karena manusia hidup ditengah-tengah kebudayaannya.
Menurut kamus sosiologi (Soerjono Soekanto) nilai (value) adalah konsepsi abstrak dalam diri manusia mengenai apa yang dianggap baik dan apa yang dianggap buruk. Sedangkan nilai sosial adalah nilai yang dianut oleh suatu kelompok masyarakat.
Dalam kamus bahasa Indonesia nilai didefinisikan sebagai kadar, mutu, atau sifat yang penting dan berguna bagi kemanusiaan. Dalam sosiologi, nilai didefinisikan sebagai konsepsi (pemikiran) abstrak dalam diri manusia mengenai apa yang dianggap baik dan apa yang dianggap buruk. Contohnya, orang menganggap menolong bernilai baik sedangkan mencuri bernilai buruk. Dengan demikian, perbuatan saling menolong merupakan sesuatu yang bernilai kehidupan masyarakat.

Ciri-ciri dan fungsi Nilai Sosial
Dari pengertian di atas dapatlah kita kemukakan ciri-ciri nilai sosial:
1.      Merupakan konstruksi masyarakat sebagai hasil intraksi antara warga masyarakat
2.     Disebarkan diantara warga masyarakat (bukan bawaan individu sejak lahir)
3.      Terbentuk nilai sosialisasi(proses belajar)
4.     Merupakan bagian dari usaha pemenuhan kebutuhan dan kepuasan sosial manusia
5.      Dapat mempengaruhi perkembangan diri seseorang
6.      Memiliki pengaruh yang berbeda antara warga masyarakat
7.     Cenderung berkaitan satu sama lain dan membentuk sistem Nilai.

FUNGSI-FUNGSI NILAI SOSIAL
1.      Dapat menyumbangkan seperangkat alat untuk menetapkan harga sosial dari suatu kelompok
2.     Dapat mengarahkan masyarakat dalam berpikir dan bertingkah laku
3.      Sebagai penentu terakhir manusia dalam memenuhi peranan-peranan sosial.
4.      Sebagai alat solidaritas dikalangan anggota kelompok (masyarakat) Dengan nilai tertentu, anggota kelompok akan merasa sebagai suatu kesatuan
5.      Sebagai alat pengawas/kontrol perilaku manusia dengan daya tekan dan daya pengikat tertentu agar orang mau berperilaku sesuai dengan yang diinginkan sistem nilai.

MACAM-MACAM NILAI SOSIAL
Menurut Prof. Dr. Notonegoro, membagi Nilai menjadi tiga:
1.      Nilai material yaitu segala sesuatu yang berguna bagi unsur fisik manusia, nilai material secara relatif lebih indah diukur dengan alat pengukur misalnya pengukur luas (m2) pengukur isi (leter) pengukur panjang (meter) dan sebagainya.
2.      Nilai Vital, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat mengadakan kegiatan dan aktivitas.
3.      Nilai kerohanian, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi rohani manusia misalnya:
a.  Nilai kebenaran yang bersumber pada unsur akal manusia
b.   Nilai keindahan yang bersumber pada unsur rasa indah manusia (estetis gevoel)
c. Nilai kebaikan atau nilai moral yang bersumber pada unsur kodrat manusia seperti karsa/kehendak/kemauan/etika
d. Nilai religius yang merupakan nilai ketuhanan, kerohanian yang tertinggi dan mutlak. Nilai ini bersumber pada kepercayaan/ keyakinan manusia.
                                                                                                                                                                                                                                                        

Jadi yang mempunyai nilai itu tidak hanya sesuatu yang berwujud benda material saja atau yang bersifat konkret, tetapi juga sesuatu yang tidak berwujud (abstrak). Nilai rohani merupakan nilai immaterial (abstrak) yang menggunakan budi nurani yang dibantu oleh indera, akal, perasaan, kehendak dan keyakinan, contohnya antara lain adalah ididologi, gagasan, politik, perarturan-peraturan. Yang termasuk nilai material atau nilai jasmani adalah yang berwujud dan mudah dilihat atau riraba dan juga mudah berubah seperti gedung-gedung, jembatan, pesawat, rumah dan sebagainya. Antar kedua nilai tersebut saling berhubungan karena pada nilai imaterial terdapat suatu landasan berpikir darisuatu tindakan yang akan menghasilkan suatu yang kongkret (nilai material), jadi nilai material merupakan aplikasi dari nilai material.
Sampai sejauh mana manusia mengadakan penilaian antara manusia satu dengan manusia lain? Ini dipengaruhi oleh situasi dan keadaan manusia yang bersangkutan, sehingga terjadi perbedaan tata nilai antara masyarakat satu dengan masyarakat lainnya. Bagi manusia, nilai dijadikan landasan, alasan atau motivasi dalam segala perbuatannya. Hal ini terlepas dari  kenyataan bahwa ada orang-orang yang dengan sadar berbuat lain daripada kesadaran nilai denga alanasan lain pula. Dalam bidang pelaksanaannya, nilai-nilai dijabarkan dalam bentuk norma/ukuran (normatif). Nilai berada dalam hati nurani atau kata hati dan pikiran sebagai suatu keyakinan yang bersumber dari berbagai dasar, aspek, atau sumber.
Nilai-nilai sosial mempunyai fungsi umum di masyarakat (Drs. Suparto dalam buku Sosiologi dan Antropologi), yaitu:
1.      Dapat menyumbangkan seperangkat alat untuk menetapkan harga sosial dari suatu kelompok
2.      Dapat mengarahkan masyarakat dalam berpikir dan bertingkah laku
3.      Nilai sosial merupakan penentu terakhir bagi manusia dalam memenuhi peranan-perananny sosialnya.
4.      Sebagai alat solidaritas dikalangan anggota kelompok (masyarakat).
5.      Sebagai al;at pengawas/kontrol perilaku manusia.
Nilai sosial, berdasarkan cirinya dapat dibedakan menjadi:
1.      Nilai dominan yaitu nilai yang dianggap paling penting dibanding nilai lainnya. Penilaian/ukuran dominan tidaknya suatu nilai berdasarkan:
a.      kuantitas/banyaknya orang yang mengambil nilai tersebut
b.      berapa lama nilai itu digunakan
c.       tinggi-rendahnya usaha memperlakukan nilai tersebut
d.      prestise/kedudukan orang-orang yang menggunakan nilai tersebut di masyarakat.
Keterangan:
ad. a. Sebagian besar masyarakat Indonesia menghendaki perubahan yang membawa kebaikan (reformasi) di segala bidang kehidupan seperti bidang politik, bidang hukum, bidang ekonomi dan sebagainya.
Ad. b. 1) Tradisi sekatenan untuk memperingati hari kelahiran Nabi Besar Muhammad SAW di daerah surakarta dan Yogjakarta yang selalu dilaksanakan di alun-alun keraton di samping masjid besar sejak dulu sampai sekarang.
               2) Adanya keadilan yang selalu diperjuangkan oleh seluruh bangsa di
                    dunia yang dibuktikan dengan adanya perjuangan HAM di seluruh dunia.
Ad. c. 1) Pergi haji bagi orang Islam merupakan suatu kewjiban dalam melaksanakan rukun Islam yang ke lima, karena itu sebagian besar orang Islam selalu berusaha sekuat tenaga untuk dapat melaksanakan ibadah haji tersebut.
             2). Pulang mudik di hari lebaran bagi sebagian besar anggota masyarakat yang tinggal di kota-kota besar merupakan suatu hal yang sangat diupayakan.
Ad. d. 1) Bagi seseorang yang memiliki kendaraan dengan merek tertentu, memiliki kebanggaan atau prestise tersendiri.
   2) Masyarakat menghargai gelar kesarjanaan sebagai suatu lambang
kesuksesan seseorang, yang sebenarnya hal itu tidak selalu benar karena kesuksesan seseorang dapat juga dirah melalui prestasi lain.
2.      Internalized value (nilai yang berdarah daging) yaitu nilai yang telah menjadi kepribadian orang-orang (bawah sadar). Apabila orang yang menganutnya tidak dapat melakukannya, akan merasa malu atau merasa bersalah, misalnya:
a.      Seseorang suami/kepala keluarga tidak dapat memberi nafkah kepada istri dan anak-anaknya akan merasa sebagai orang tua/suami yang tidak bertanggung jawab.
b.      Seorang prajurit yang harus mampu mempertahankan wilayah yang didudukinya dari serangan musuh.
c. Seorang guru yang tidak merasa berhasil mendidik siswanya karena nilai NEMnya sangat rendah.

B.      NORMA SOSIAL



                                                                                                                                                    
Dalam kehidupan masyarakat kita dapati aturan, kaidah, atau norma baik yang bersifat formal maupun non formal, seperti dalam keluarga, kantor, sekolah dan dalam komunitas yang lebih luas seperti negara. Norma atau aturan sangat diperlukan agar hubungan antar manusia dalam masyarakat dapat berlangsung tertib dan berjalan lebih baik.
Dalam keluarga, norma/aturan berupa perintah orang tua terhadap anak-anaknya dalam rangka terselenggaranya hubungan harmonis, misalnya pembagian kerja, pembagian hak dan kewajiban seperti tugas menyapu, mencuci, memasak dan sebaginya. Apabila aturan di dalam keluarga dapat berfungsi dengan baik maka akan terwujudlah keluarga yang harmonis, tetapi bila aturan dalam keluarga tersebut tidak berfungsi, maka akan menimbulkan diorganisasi keluarga. Sedangkan di masyarakat, aturan/norma mengatur sesuatu yang lebih kompleks yaitu mengatur segala aspek kehidupan manusia seperti bidang agama, bidang politik, bidang sosial dan budaya, dan lain sebaginya, karena masalah-masalah yang ada dalam masyarakat lebih banyak dan lebih luas.
Norma sosial adalah patokan perilaku dalam suatu kelompok tertentu. Norma memungkinkan seseorang bisa menentukan terlebih dahulu bagaimana tindakan itu dinilai orang lain. Norma merupakan kriteria bagi orang lain untuk mendukung atau menolak perilaku seseorang. Norma aturan selalu disertai sanksi agar norma berfungsi karena sanksi bertujuan merubah tingkah laku agar sesuai dengan yang diharapkan.
Untuk itu norma perlu disosialisasikan sejak dini yang dimulai dari lingkungan keluarga seperti adanya penanaman disiplin untuk beribadah, kemudian kepada kehidupan yang lebih luas dalam masyarakat.
Menurut Emile Durkheim menempatkan norma sosial sebagai suatu fakta sosial, semua orang dari suatu kelompok haruslah tunduk kepada norma sosial atau fakta sosial. Fakta sosial telah memformat atau mempola tindakan-tindakan anggota suatu kelompok (masyarakat tertentu. Norma merupakan tolok ukur tentang suatu tindakan apakah bisa dikategorikan sebagai tindakan normal atau abnormal, betul atau salah. Jika perilaku setiap warga telah sesuai dengan norma yang ada, maka berarti telah ada konformitas dan sebaliknya jika ada pengingkaran, pengabaian dan penolakan terhadap norma, berarti ada perilaku yang tidak konform yaitu perilaku menyimpang (deviance).
Pada dasarnya masyarakat mengetahui, mengerti, menghargai adanya norma dalam kehidupan bermasyarakat yang harus dipatuhi, namun dalam pelaksanaanyya selalu ada penyimpangan-penyimpangan, karena itu untuk mensosialisasikannya perlu adanya pihak-pihak tertentu yang dapat dijadikan panutan oleh anggota masyarakat lainnya agar norma dapat dilaksanakan sesuai yang diharapkan. Contohnya, membayar pajak, tertib lalulintas, antri beli karcis, buang sampah pada tempatnya dan sebaginya.
Agar norma dapat berfungsi dengan baik, norma harus melembaga (institutionalized) dan diperlukan syarat-syarat sebagai berikut:
1.                  norma harus diketahui oleh masyarakat
2.                  dipahami/dimengerti
3.                  dihargai
4.                  ditaati dan dilaksanakan
Pada mulanya norma terbentuk secara tidak sengaja sebagai hasil proses sosial, misalnya dalam jual beli, seorang calo/perantara mulanya tidak mendapat bagian tertentu, hanya sebatas kerelaan pembeli dan penjual, namun lama-kelamaan perantara mendapat bagian keuntungan dan imbalan jasa dari penjualan maupun pembeli dan akhirnya menjadi suatu kelaziman.
Perkembangan selanjutnya, norma sengaja diadakan untuk mewujudkan kondisi yang memungkinkan tujuan terlaksana. Norma/aturan ada yang bersifat formal seperti undang-undang, peraturan pemerintah dan dibuat secara tertulis. Sebagian besar normal/aturan tidak bersifat formal seperti aturan yang ada di masyarakat berupa kebiasaan yang tidak tertulis, namun aturan tersebut tetap dipatuhi dan memiliki sanksi. Norma/aturan di masyarakat mempunyai kekuatan mengingat yang berbeda-beda dari yang lemah sampai norma yang kuat daya ikatnya.
            Secara sosiologis, norma menurut daya pengikatnya dibedakan menjadi 4 macam yaitu:
a.      Cara (usage) adalah norma yang paling lemah daya pengikatnya karena bagi orang yang melanggar norma ini, hanya mendapat ejekan, cemoohan dari orang lain karena dianggap bertindak tidak sopan, seperti bicara dengan suara terlalu keras, ketika sedang makan mengeluarkan bunyi sebagai tanda kekenyangan dan lain sebagainya.
b.      Kebiasaan (folkways) adalah suatu aturan degan kekuatan mengikatnya yang lebih kuat daripada usage (cara), karena kebiasaan dilakukan berulang-ulang sehingga merupakan bukti bahwa orang yang melakukannya menyukai dan menyadari perbuatan tersebut.
Kebiasaan yang dijalankan oleh anggota masyarakat akhirnya jadi tradisi yang merupakan ciri atau identitas masyarakat yang bersangkutan. Misalnya:
1.         Kebiasaan memberi hormat dan patuh kepada orang yang lebih tua
2.         Kebiasaan menggunakan tangan kanan apabila memberikan sesuatu kepada orang lain
3.         Kebiasaan setiap hari lebaran memasak ketupat, pulang mudik bagi yang bekerja atau bertempat tinggal di daerah lain, dan sebagainya.
c.       Tata kelakuan (mores) adalah aturan yang sudah diterima oleh masyarakat yang mencerminkan sifat-sifat hidup dari kelompok dan dilaksanakan sebagai alat pengawasan secara sadar atau tidak sadar oleh masyarakat terhadap anggotanya. Tata kelakuan merupakan gagasan yang kuat mengenai sesuatu yang dianggap benar dan salah yang menunut tindakan tertentu dan melarang yang lainnya. Biasanya tata kelakuan berhubungan erat dengan sistem kepercayaan/keyakinan agama masyarakat. Para pelanggar norma ini diisolir/dikucilkan dan digunjingkan oleh masyarakat. Tindakan masyarakat terhadap pelanggar norma ini dapat menjadi social control dan social pressure.
Contoh tata kelakuan antara lain:
1.      Seseorang wanita muslim sangat tidak pantas berpakaian minim yang memperlihatkan lekuk tubuhnya
2.      Larangan buang air kecil di sembarang tempat bagi masyarakat beradab
3.      Berpelukan antara laki-laki dan wanita di tempat umum bagi masyarakat Timur tidak pantas, sedangkan bagi masyarakat Barat merupakan hal biasa.
Manfaat tata kelakuan antara lain:
a.      Memberikan batas pada perilaku individu (sebagai alat kontrol)
b.      Mengidentifikasikan individu dalam kelompoknya
c.       Menjaga solidaritas antaranggota masyarakat

d.      Adat Istiadat (custom), norma ini umumnya tidak tertulis, namun memiliki sanksi keras karena orang yang melanggarnya mendapat sanksi baik secara langsung maupun tidak langsung berupa sikap penolakan terhadap dirinya. Sikap penolakan masyarakat yaitu orang yang melanggar adat istiadat tidak diterima dalam lingkungan masyarakat adat adalah sangat menyakitkan. Orang hidup itu, hidup dari dan dalam masyarakatnya artinya seseorang ada karena dia dilahirkan di masyarakat sedangkan hidupnya di masyarakat dan untuk masyarakat. Jelas adanya pengucilan atau tidak diterimanya seseorang di masyarakat merupakan sanksi berat.
                  Adat istiadat bersifat kedaerahan yaitu antara adat istiadat daerah satu dengan daerah lain relatife  berbeda sesuai dengan tata nilai yang dianutnya. Misalnya, bagi masyarakat etnis Batak, perkawinan pada masyarakat Jawa yang tidak menganut sistem marga, perkawinan tersebut dapat diterima, biarpun dianggap kurang baik.

Macam-macam norma yang ada di masyarakat antara lain:
1.      Norma agama adalah suatu norma yang berdasarkan keyakinan seseorang, norma ini bersifat mutlak yang mengharuskan manusia taat kepada ajaran agamanya dan bila melanggar sanksinya dirasakan di dunia ataupun di akhirat. Misalnya, norma/akidah yang ada dalam agama Islam tentang Rukun Islam dan Rukun Iman yang harus benar-benar ditaati oleh pemeluknya.
Gambar :
Melaksanakan Shalat adalah Rukun Islam pertama bagi umat Islam
 Kepercayaan umat Hindu tentang adanya reinkarnasi yaitu adanya kelahiran kembali setelah meninggal sesuai dengan karmanya sewaktu hidup di dunia.

2.      Norma kesusilaan berdasarkan pada hati nurani manusia/ahklak manusia bersifat universal, hanya sanksi norma kesusilaan bersifat relatif sesuai situasi dan kondisi masyarakatnya termasuk agama yang dianut oleh masyarakat sangat menentukan. Misalnya, pengutukan terhadap penghianatan, perselingkuhan suami-istri dan sebagainya.

3.      Norma kesopanan adalah norma yang berpangkal dari aturan tingkah laku di masyarakat seperti cara berpakaian, pola pergaulan, dan sebagainya. Norma ini sifatnya relatif dan antara daerah satu dengan daerah lain berbeda, contoh:
a.      Apabila pergi ke suatu pesta harus berpakaian pantas
b.      Memberikan sesuatu menggunkaan tangan kanan, dan sebagainya.

4.      Norma kebiasaan (habit) merupakan hasil proses dari perbuatan yang dilakukan berulang-ulang dalam bentuk sama sehingga menjadi pola. Jadi  apabila orang di dalam masyarakat melakukan sesuatu yang tidak biasa dilakukan anggota masyarakatnya dianggap aneh/berperilaku menyimpang, misalnya:
a.      Kebiasaan mengadakan selamatan untuk bayi yang baru lahir
b.      Pulang kampung (mudik) di hari lebaran, dan lain-lain.

5.      Norma hukum adalah himpunan petunjuk hidup/perintah dan larangan yang mengatur tata tertib dalam suatu masyarakat (negara). Sanksi norma hukum bersifat mengikat dan memaksa yang bertujuan menyelenggarakan tata tertib masyarakat. Hukum dilengkapi sanksi yang dilaksanakan secara tegas oleh karena itu harus di buat oleh lembaga yang memiliki kedaulatan tertinggi (negara) supaya dapat dilaksanakan.
Ciri hukum antara lain diakui oleh masyarakat sebagai ketentuan yang sah dan penegak hukum sebagai yang berwewenang.
Tujuan utama hukum adalah menciptakan suasana aman dan tentram dalam masyarakat, jadi kepastian hukum harus diciptakan.
Contoh:
a.      Tidak boleh melakukan tindakan kriminal seperti mencuri, membunuh, menipu dan lain-lain
b.      Wajib membayar pajak
c.       Memberikan kesaksian di muka sidang pengadilan

Dalam kehidupan di masyarakat norma-norma di atas tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi bersifat kumulatif maksudnya perbuatan seseorang yang melanggar salah satu norma kadang juga melanggar norma yang lain. Misalnya seorang pembunuh, ia melanggar norma hukum sekaligus melanggar norma agama, dan norma kesusilaan.






LATIHAN KEGIATAN 3

A.           Pilihlah jawaban yang paling tepat di antara huruf A, B, C dan D atau E!
1.      Sesuatu yang dianggap berharga, berguna dan pantas oleh seseorang disebut ….
a.    Norma            
b.    habitat
c.      tindakan
d.    Nilai                
e.     moral
2.      Contoh nilai yang sudah melembaga dalam kehidupan masyarakat antara lain …..
a.      gotong royong            
b.      sikap materialisme                
c.       nepotisme
d.      sikap individu                         
e.      konsumerisme
3.      Sanksi yang diberikan kepada seseorang bertujuan ….
a.      agar si pelaku lebih terkenal
b.      dapat meningkatkan gengsi seseorang
c.       agar yterdapat perubahan tingkah laku
d.      membuat rasa malu bagi si pelanggar
e.      membuat si pelaku kebal hukum
4.      Suatu perbuatan yang diulang-ulang dalam bentuk yang sama sehingga menjadi pola masyarakat untuk bertindak disebut ….
a.      Usage                        
b.      adat istiadat                         
c.       custom
d.      Volkways                               
e.      mores
5.      Norma yang daya pengikatnya lemah adalah ….
a.      Volkways                               
b.      usage                                                
c.       custom
d.      Mores                                   
e.      habitat
6.      Contoh sanksi yang diberikan kepada orang yang melanggar adat adalah ….
a.      cemoohan                             
b.      celaan                       
c.       unsur indera manusia
d.      hukuman penjara                 
e.       pengucilan dari masyarakat
7.      Nilai kebenaran yang berguna bagi rohani manusia bersumber pada ….
a.      kepercayaan terhadap suatu agama             
b.      norma yang berlaku
c.       keyakinan diri sendiri                                    
d.      simbol-simbol kekuasaan
e.      perasaan manusia
8.      Himpunan petunjuk hidup atau perintah dan larangan yang mengatur tata tertib dalam suatu masyarakat atau negara adalah….
a.      norma kebiasaan                   
b.      norma adat             
c.       norma kesusilaan
d.      norma hukum            
e.      norma agama
9.      Kehidupan dalam suatu masyarakat akan berjalan tertib dan teratur jika anggota masyarakat sendiri bertindak sesuai dengan yang diharapkan yaitu berpedoman pada ….
a.      apa yang dikehendaki                                             
b.      norma yang berlaku
c.       kebiasaan yang telah mendarah daging               
d.      simbol-simbol kekuasaan
e.      aturan penguasa
10.     Contoh nilai yang mendarah daging di bawah ini adalah ….
a.         setiap hari ibu memberi jajan kepada anaknya
b.         ayah setiap hari berpesan kepada istri agar menjaga anak-anak dengan baik
c.          seorang prajurit berjuang sampai titik darah penghabisan untuk mempertahankan dari serangan musuh
d.         selamatan tujuh bulan selalu dilaksanakan oleh masyarakat tertentu bagi wanita hamil anak pertama
e.         larangan buang air kecil di sembarang tempat bagi orang-orang yang beradab
11.     Segala sesuatu yang berguna bagi unsur manusia disebut nilai ….
a.         Material                
b.          kerohanian                       
c.           kebenaran
d.         Vital                       
e.          kebaikan
12.     Nilai-nilai sosial mempunyai fungsi umum, antara lain ….
a.         mengukur usaha manusia dalam memperlakukan nilai tersebut
b.         mengukur kedudukan seseorang dalam menggunakan nilai tersebut
c.          mengarahkan manusia dalam berpikir dan bertingkah laku
d.         mengukur seberapa banyak orang yang menganut nilai tersebut
e.         merupakan langkah awal bagi manusia untuk memperkuat kekuasaannya
13.     Aturan yang dibuat dalam masyarakat untuk mencapai keseimbangan sosial disebut ….
a.         Nilai                                   
b.          pandangan hidup              
c.           kebiasaan
d.         adat istiadat                      
e.          norma
14.     Dilarang mencuri, membunuh atau memperkosa. Hal tersebut menunjukkan adanya keterkaitan antara norma yang satu dengan norma yang lain, yaitu … .
a.         norma kesopanan dengan norma kebiasaan
b.         norma kelakuan dengan norma hukum
c.          norma hukum dengan norma agama
d.         norma kebiasaan dengan adat istiadat
e.         norma agama dengan norma kesopanan
15.     Aturan yang umumnya tidak tertulis tetapi tetap dianut oleh masyarakat dan bagi siapa saja yang melanggar tetap dikenakan sanksi yaitu ….
a.         adat istiadat                                              
b.         norma hukum
c.          norma kesusilaan                          
d.         norma kebiasaan
e.         tata kelakuan

B.            Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan jelas dan benar!
1.        Jelaskan pengertian nilai menurut Bapak Soerjono Soekanto!
2.        Mengapa nilai berhubungan erat dengan kebudayaan masyarakat? Jelaskan!
3.        Jelaskan pengertian:
a.        nilai dominan
b.        nilai mendarah daging
        Dan berikan masing-masing contohnya dua buah!
4.        Mengapa norma kesopanan pada tiap masyarakat berbeda? Berikan dua contohnya!
5.        Tunjukkan syarat-syarat agar norma dapat berfungsi dnegan baik!
6.        Norma di masyarakat mempunyai kekuatan mengikat yang berbeda-beda, jelaskan salah satu norma tersebut yang memiliki kekuatan mengikatnya kuat!
7.        Antara norma agama dengan norma hukum memiliki hubungan yang erat, jelaskan dengan contoh!
8.        Berikan contoh-contoh yang ada di sekeliling kita yang termasuk dalam nilai imaterial!
9.        Berikan contoh-contoh pelanggaran terhadap norma yang ada di sekitar kita!
10.    Mengapa norma itu sangat perlu pagi kelangsungan hidup bermasyarakat?

C.            Berikan contoh-contoh dalam kehidupan di masyarakat jika terjadi pelanggaran terhadap :
1.      Norma agama
_______________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________

2.      Norma hukum
_______________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________

3.      Adat istiadat
_______________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________

4.      Tata kelakuan
_______________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________


D.           Studi Khusus
Bangsa Indonesia yang menganut budaya Timur, hormat kepada orang tua atau kepada yang lebih tua sngat dianjurkan, misalnya memberi salam jika bertemu.
Kebiasaan-kebiasaan yang ada rasanya semakin pudar terdesak oleh budaya asing tadi. Dalam keadaan yang demikian maka di masyarakat secara tidak disadari telah terjadi pergeseran nilai

        Tugas
        Setelah membaca kasus di atas, selesaikan soal-soal berikut ini!
1.      Apakah nilai lama yang sudah mendarah daging selalu harus diubah sesuai tuntutan jamannya ?
____________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
2.      Apakah dengan masuknya nilai kehidupan yang baru, dapat langsung cocok di masyarakat?
 ____________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
3.      Bagaimana Anda menyikapi jika di masyarakat telah terjadi perubahan secara cepat?
____________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
4.      Buatlah dua contoh nilai di masyarakat yang harus diperintahkan!
____________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
5.      Upaya-upaya apa saja yang dapat menciptakan ketertiban sosial (5 buah)?
a.      ___________________________________________________________________________________________________________________
___________________________________________________________
b.      ___________________________________________________________________________________________________________________
___________________________________________________________
c.       ___________________________________________________________________________________________________________________
___________________________________________________________
d.      ___________________________________________________________________________________________________________________
___________________________________________________________


            
                                           ****  S e m o g a    A n d a   S u k s e s   ****

Tidak ada komentar: